Monday, 18 January 2021
selamat pagi kamu.
Sunday, 10 January 2021
Get married with H.
Sunday, 2 August 2020
Thursday, 27 December 2018
....
Saturday, 17 November 2018
Mulai bekerja sebagai S29.
Wednesday, 24 October 2018
Inikah lagi?
Ya Allah, Engkau yang memilihkanku, aku serahkan semua kepadaMu. Apa yang terbaik buatku.
Wednesday, 12 September 2018
Wajarlah aku pemendam.
Tidak ramai memahami seorang pemendam. Bahkan pemendam sendiri tidak memahami dirinya.
Kau paksakan dia meluahkan?
Kalau dia jumpa kata.
Selalu dia memang bisu dengan luahan.
Bukan kerana tidak mahu meluahkan, cuma terlebih dahulu siapa yang faham dirinya dan cuba memasuki dunianya?
Saturday, 24 March 2018
Memahamimu.
Thursday, 4 January 2018
OVERHELMED; Datang ketika rindu, benar-benar rindu.
2018.
Aku kira ini post yang pertama pada tahun 2018. Bermula tulisan sejak 2013, lama juga yaa. Selalunya kerana saja-saja, mengisi masa, dan meluahkan jiwa. Hampir separuh kisah banyak ku kongsikan di sini. Hampir.
Selamat tumbuh kembali menjadi teguh di tahun ini.
Banyak perancangan yang tertunai cepat dari waktunya, ada juga perancangan yang tersekat belum sampai waktunya, Tuhan masih belum izinkan, ada juga perancangan masa depan yang masih dirangka-rangka..
Tuhan! Cukup kuatkan aku hingga akhirnya. Cukup itu aku menjadi orang yang tidak mudah putus asa dan terlebih pemikirannya.
Alhamdulillah untuk segala yang mendatang.
Aku perlu lebih bersyukur, di saat ada orang lain yang tidak punya apa yang aku miliki..
Selamat menulis lagi, rajin-rajinlah luahkan jiwa. Jangan pemendam.
Tahun ini; tidak banyak yang aku pinta kepada diriku sendiri, cuma tolong lebih banyak menyimpan simpanan duit sendiri. Hehehe. Juga, rajin-rajin belajar..
K, Bye.
tulisan sahaja
Tulisan perempuan robot, patah mematah.
Tuesday, 25 July 2017
Tulisan bukan untuk menderhaka.
Tulisan bukan untuk menderhaka.
Aku tidaklah mengimpikan sebuah majlis perkahwinan gah, yang membuatkan keluargaku menjadi orang-orang yang riak hatinya, membangga diri jadinya. Tidak, aku berusaha menghapuskan itu sekalipun mustahil dan akan mendapat tentangan ayahku. Ayahku, berpegang kepada kata-kata orang. Sangat melihat kepada kata-kata orang. Aku berlawan pegangan di sini. Aku cuma mahukan sebuah majlis yang mengikut syariat. Tiada majlis tarian, tiada percampuran antara lelaki dan perempuan. Aku mencari berkah di dalam sebuah majlis pernikahan. Sungguh, aku buntu. Allah.. aku buntu........
.....
....
....
....
...
.....
...
Dikirakah aku menderhaka jika aku tidak menurut kemahuan ayahku?
Allah..
aku kehilangan kata.
Women get married.
They want someone who will share their secrets, laugh and joke with them, love them, cherish them, adore them, be romantic with them, and make them feel beautiful.
They want someone who will be attracted to them emotionally and physically.
A woman wants a partner who will strive together with her through this life; laughing and rejoicing through the good times, and sticking by each other and supporting each other the bad times.
She wants a man strong in his deen who can stand up and take the responsibility of the household, and help raise the children in accordance with Islam.
A woman wants her husband to be her friend, companion, and soul mate.
Thursday, 29 June 2017
Sejatuh-jatuhhnya pilihan.
Ada orang
yang diciptakan Tuhan untuk mengenalkanmu pada rasa sakit
ada pula orang yang dihadirkan olehNya
untuk mendekatkanmu kepada bahagia
Pada siapapun
kamu menjatuhkan pilihan
jatuhlah sejatuh-jatuhnya dengan orang yang membuatkan kamu bersyukur jika melihat senyumannya.
Denganmu, aku ingin berhati-hati.
Sejak awal aku tahu
Tidak semua cinta, akan menyatu
Tidak semua rindu, akan tidak membiru
Bertemu denganmu aku jadi berhati-hati
Tidak ingin ada rasa terlampau besar
Agar hatiku bisa bersabar
Mengenalmu lebih jauh, aku ingin berhati-hati
Tidak perlu berharap lebih
Agar hatiku tidak melambung tinggi
Mencintaimu, aku ingin lebih berhati-hati
Kerana bila semua bersumber dari hati
Apakah rasaku sudah berpusat pada Sang Pemilik Hati?
Denganmu, aku akan lebih berhati-hati
Kerana itu, berhati-hatilah dengan hatiku
Agar ketika kelak kita tahu kita tidak disatukanNya
Dada kita masih mampu berlapang
Mengikhlaskan segalanya
Lalu memulai lagi dari awal
Sebagai sosok pemaaf yang mencintai damai
Maafkan aku, mengenalimu lebih.
Tuesday, 20 June 2017
Aku cuma tertanya.
Aku tertanya,
jika suatu hari nanti kau menemukan tulisanku,
akankah kau tahu tulisan itu semua tentang kau?
Monday, 19 June 2017
Saat semua membantah aku menjadi penulis.
Realiti pada angan-angan lalu, bukan sekadar mengisi senggang waktu.
Ternyata orang yang terjebak begini tidak dapat ke mana-mana bila kehilangan sistem sokongan dan prasangka baik dari persekitaran.
Saat orang membentak untuk menurut kata mereka dengan patuh, aku tahu kau bisa menyembuh sebab itu aku terlalu mencintaimu. Aku tahu kau turut berjuang bersamaku. Tapi saat orang mengatakanmu bukan salah satu kepentingan, aku rapuh. Kau tetap bersamaku, tapi aku semakin kehilanganmu.
Ikut kata orang, perlahan-lahan mati. Ikut hati, dipinggir-pinggir sendiri.
"Selamat tinggal tulisan-tulisan. Orang kata kau tidak berkepentingan dan membuang masa." Sakitnya, buku kosong dan pena kaku.
Apa salah sang menulis?
Wednesday, 19 April 2017
Seberapa pun aku..
Sepagian menulis di entri yang tertangguh ini.
"Sometimes, pain is all that lets you know you're alive." - Robert Jordan
Sunday, 16 April 2017
nota-nota berbau ketakutan.
Kata-kata; bisa menghidupkan dan mematikan; bisa menyala sinar atau menyebar kelam; bisa membawa episod suka dan duka. Dan mungkinkah esok, kata-kata bisa memimpin 'si buta' menuju Tuhannya?
"Bahawa sesungguhnya tiap-tiap kesukaran disertai kemudahan." - (Al-Insyirah, 6)
"That broken heart and the pain are lessons and signs for us. They are warnings that something is wrong. And pain is a pointer to our attachments. That which makes us cry, that which causes us the most pain is where our false attachments lie. I was expecting this life to be perfect. But herein lay my fatal mistake. My mistake was not in having expectations. The problem was in *where* I was placing those expectations and that hope. My hope and expectations were in people, relationships, means. We need to put or full hope, trust, and dependancy on God, and God alone. And if we do that, we will learn what it means to finally find peace and stability of heart." - Yasmin Mogahed, Reclaim Your Heart.Seperti di hiruk-pikuk kota, dengan bunyi hon kereta yang bingit mengganggu gegendang telinga, masih juga kita merasa sunyi, di dalam.
Mengaku saja, mungkin terlalu diperhatikan kepada dunia, ditumpahkan untuk dunia, kepada dunia. Lalu merasa terikat jiwa dengan dunia.
Semua ketakutan, sunyi, sepi, hilang dan kecewa itu, semuanya ternoktah pada titik yang sama; Tuhan.
Beberapa hari ini, rasa sunyi itu kerap datang dan mulai membunuh jiwa.
Apa yang aku mahu sebenarnya? Selain jawapannya cuma pada Tuhan.
Moga hati ini menemui jawapan, dan tidak dikecam sunyi dan ketakutan-ketakutan lagi.


