Tuesday, 25 July 2017
Women get married.
They want someone who will share their secrets, laugh and joke with them, love them, cherish them, adore them, be romantic with them, and make them feel beautiful.
They want someone who will be attracted to them emotionally and physically.
A woman wants a partner who will strive together with her through this life; laughing and rejoicing through the good times, and sticking by each other and supporting each other the bad times.
She wants a man strong in his deen who can stand up and take the responsibility of the household, and help raise the children in accordance with Islam.
A woman wants her husband to be her friend, companion, and soul mate.
Thursday, 29 June 2017
Sejatuh-jatuhhnya pilihan.
Ada orang
yang diciptakan Tuhan untuk mengenalkanmu pada rasa sakit
ada pula orang yang dihadirkan olehNya
untuk mendekatkanmu kepada bahagia
Pada siapapun
kamu menjatuhkan pilihan
jatuhlah sejatuh-jatuhnya dengan orang yang membuatkan kamu bersyukur jika melihat senyumannya.
Denganmu, aku ingin berhati-hati.
Sejak awal aku tahu
Tidak semua cinta, akan menyatu
Tidak semua rindu, akan tidak membiru
Bertemu denganmu aku jadi berhati-hati
Tidak ingin ada rasa terlampau besar
Agar hatiku bisa bersabar
Mengenalmu lebih jauh, aku ingin berhati-hati
Tidak perlu berharap lebih
Agar hatiku tidak melambung tinggi
Mencintaimu, aku ingin lebih berhati-hati
Kerana bila semua bersumber dari hati
Apakah rasaku sudah berpusat pada Sang Pemilik Hati?
Denganmu, aku akan lebih berhati-hati
Kerana itu, berhati-hatilah dengan hatiku
Agar ketika kelak kita tahu kita tidak disatukanNya
Dada kita masih mampu berlapang
Mengikhlaskan segalanya
Lalu memulai lagi dari awal
Sebagai sosok pemaaf yang mencintai damai
Maafkan aku, mengenalimu lebih.
Tuesday, 20 June 2017
Aku cuma tertanya.
Aku tertanya,
jika suatu hari nanti kau menemukan tulisanku,
akankah kau tahu tulisan itu semua tentang kau?
Monday, 19 June 2017
Saat semua membantah aku menjadi penulis.
Realiti pada angan-angan lalu, bukan sekadar mengisi senggang waktu.
Ternyata orang yang terjebak begini tidak dapat ke mana-mana bila kehilangan sistem sokongan dan prasangka baik dari persekitaran.
Saat orang membentak untuk menurut kata mereka dengan patuh, aku tahu kau bisa menyembuh sebab itu aku terlalu mencintaimu. Aku tahu kau turut berjuang bersamaku. Tapi saat orang mengatakanmu bukan salah satu kepentingan, aku rapuh. Kau tetap bersamaku, tapi aku semakin kehilanganmu.
Ikut kata orang, perlahan-lahan mati. Ikut hati, dipinggir-pinggir sendiri.
"Selamat tinggal tulisan-tulisan. Orang kata kau tidak berkepentingan dan membuang masa." Sakitnya, buku kosong dan pena kaku.
Apa salah sang menulis?
Wednesday, 19 April 2017
Seberapa pun aku..
Sepagian menulis di entri yang tertangguh ini.
"Sometimes, pain is all that lets you know you're alive." - Robert Jordan